SELAYANG PANDANG
INDONESIAN YOUTH FOR EDUCATION (IYE)
“Education, Educate, Educated”
A. LatarBelakang
Indonesia adalah
Negara kepulauan yang memiliki laut yang ditaburi oleh pulau-pulau.Negara
kepulauan yang 2/3 wilayah negaranya adalah laut. BerjutaPotensi yang apabila dimaksimalkan
akan menjadikannegeri ini jauh dari kemiskinan dan kebodohan. Dua penyakit ini sudah
cukup mengakar di berbagai wilayah di Indonesia. Pernahkah kita berhenti sejenak
memikirkan kondisianak-anak pulau di ujung Indonesia sana? Bagaimana masa depan
mereka? Apa kontribusi kita untuk mereka? Ataukah kita sengaja untuk tidak mau tahu?Silahkan
tanyakan hati kecil kita.
Mari sejenak kita meluangakan
waktu membaca kondisi pendidikan di negeri ini.“Penurunan peringkat Indonesia dalam indeks pembangunan pendidikan
untuk semua pada tahun 2011,Salah satunya disebabkan tingginya angka putus sekolah
di jenjang sekolah dasar.Sebanyak 527.850 anak atau 1,7persen dari 31,05 juta anak
SD putus sekolah setiap tahunnya.” (Sumber: Kompas.com)
…Sayangnya, di
Tengah kenaikan anggaran pendidikan dan besarnya
perhatian pemerintah terhadap pedidikan dasar dan menengah, masih terdapat anak
Indonesia yang putus sekolah. Kita tercengang mengetahui jumlah anak SD sampai
SMA yang putus sekolah pada 2010 mencapai 1,08juta. Angka itu melonjak lebih dari
30 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 750.000 siswa. Tak hanya itu,
masih ada 3,03juta siswa yang tak bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP,
SMA, dan perguruan tinggi… (Sumber: SuaraPembaruan).
…Elih Sudiapermana, head of the ministry’s
learning and education participants sub-directorate, said that at least 30
percent of newly literate students were believed to have difficulty maintaining
their reading and writing skills due to limited access to education and reading
material.“The money available for national literacy eradication programs is
very limited. This is why we must work together with community based
organizations as well as those concerned across the country. It is impossible
for us to fight illiteracy unless we work together,”… (Sumber: Jakarta Post)
Itulah sekilas tentang
pendidikan di negeri ini.Ini yang sempat diliput media, tapi kami yakin dan percaya
kenyataan di lapangan, di pulau terluar Indonesia, anak-anak di perbatasan,
anak-anak di daerah terpencil bahkan anak-anak yang hidup di rimba sana. Banyak
pula yang masa depannya menjadi suram karena kebingungan mau membuka jalan masa
depannya.
Isu putus sekolah adalah
salah satu isu terhangat yang seharusnya mendapatkan perhatian serius dari pemerintah
kita. Setidaknya ada empat persoalan yang membuat angka putus sekolah masih cukup
tinggi. Pertama, kemiskinan yang hingga kini belum sepenuhnya teratasi. Data
Badan Pusat Statistik (BPS) pada Maret 2011, terdapat 30,02juta orang miskin atau
hanya turun 1 juta orang disbanding tahun sebelumnya. Kemiskinan jelas menjadi momok
dalam dunia pendidikan. Program sekolah gratis untuktingkat SD dan SMP yang didengungkan
pemerintah, ternyata belum sepenuhnya terealisasi.Di sana-sini masih terdengar
kabar maraknya pungutan liar (pungli) terhadap siswa baru. Demikian juga saat kenaikan
kelas, masih saja ada sekolah yang memungut sejumlah uang dari siswa. Belum lagi
untuk pembelian buku dan lembaran kerja siswa (LKS), meski pemerintah memiliki
program BOS buku dan buku sekolah elektronik (BSE). Semua itu membutuhkan biaya
tak sedikit dan pasti sulit dipenuhi keluarga miskin.
Kedua, minimnya kesadaran
tentang pentingnya pendidikan, terutama pada keluarga miskin. Selama ini mereka
hanya berpikir pendek untuk memenuhi kebutuhan hidup. Tak heran bila anak-anak
usia sekolah dari keluarga miskin justru “dikaryakan” orangtuanya di berbagai sektor
informal. Saat jam-jam sekolah, terlihat anak-anak mengamen di jalanan,
mengemis, atau membantu orang tua di kebun dan laut. Padahal, pendidikan merupakan
jalan emas menuju perbaikan kualitas kehidupan.
Ketiga, kondisi geografis
yang menjadi kendala anak-anak bersekolah. Di kawasan timur Indonesia, ada banyak
anak yang harus berjalan berpuluh kilometer atau berperahu mengarungi lautan
agar bisa sekolah. Kondisi geografis yang tak menguntungkan itu membuat sebagian
anak lebih senang berdiam di rumah daripada menimba ilmu di sekolah.
Keempat, alokasi anggaran
pendidikan yang tak tepat sasaran dan minim pengawasan. Peningkatan anggaran pendidikan
yang signifikan ternyata belum diikuti pemanfaatan yang tepat. Sebagian besar anggaran
pendidikan justru lebih banyak digunakan untuk memenuhi kebutuhan birokrasi,
daripada meningkatkan kuantitas dan kualitas sarana-prasarana pendidikan.
B.
Introduction to Indonesian Youth for
Education (IYE)
Indonesian Youth for Education (IYE) adalah organisasiyang terdiri dari generasi
muda yang berbagi kepentingan bersama dalam
pengembangan pendidikan (terutama
anak-anak) di Indonesia. Organisasi ini didirikan pada tanggal
30 Mei 2011 oleh para alumni Indonesian English Language Study Program (IELSP) yang belajar di Iowa State
University. Ini akan menjadi media untuk
membantu mengatasi kesulitan masyarakat
di daerah terpencil memiliki fasilitas pendidikan yang
baik atau bahkan pergi ke sekolah.Konsep organisasi
ini adalah mengajar, menyediakan perpustakaan kecil,
mempromosikan budaya lokal dan membangun pendidikan
lingkungan. Selain itu,ada program untuk membantu anak-anak potensial mendapatkan
beasiswa untuk melanjutkan pendidikan mereka
lebih baik. Mari kita berpartisipasi untuk
menciptakan generasi yang lebih baik melalui pendidikan
sebagai moto IYE “Education. Educate. Educated” (Pendidikan,Mendidik,Berpendidikan).
Visi
:
“Menjadi organisasi pemuda profesional yang secara aktif melibatkan dan memberikan kontribusi untuk pengembangan pendidikan di Indonesia.”
Misi :
-Membuat perbaikan berdampak dan berkelanjutan untuk pendidikan di Indonesia
-Membuat dan mengembangkan generasi muda untuk menjadi seorang pendidik yang baik dan pemimpin.
-Bertindak sebagai media untuk mengatasi kesulitan banyak orang (terutama anak-anak) dalam pendidikan.
-Menjadifasilitator untuk merawat aktualisasi pada perbaikan pendidikan.
-Memperkenalkan dan melestarikan warisan budaya lokal
Nilai-nilai:Kemanusiaan, Nasionalisme, Tanggung jawab sosial, Integritas, Profesionalisme, Kreativitas dan Kepemimpinan
“Menjadi organisasi pemuda profesional yang secara aktif melibatkan dan memberikan kontribusi untuk pengembangan pendidikan di Indonesia.”
Misi :
-Membuat perbaikan berdampak dan berkelanjutan untuk pendidikan di Indonesia
-Membuat dan mengembangkan generasi muda untuk menjadi seorang pendidik yang baik dan pemimpin.
-Bertindak sebagai media untuk mengatasi kesulitan banyak orang (terutama anak-anak) dalam pendidikan.
-Menjadifasilitator untuk merawat aktualisasi pada perbaikan pendidikan.
-Memperkenalkan dan melestarikan warisan budaya lokal
Nilai-nilai:Kemanusiaan, Nasionalisme, Tanggung jawab sosial, Integritas, Profesionalisme, Kreativitas dan Kepemimpinan
C.
Introduction to Sahabat Pulau Project.
Deskripsi
Project :
"Sahabat Pulau" adalah salah satu project dari
Indonesian Youth for Education. Sahabat Pulau ini merupakan gerakan yang dimulai untuk memaksimalkan potensi pemuda
untuk ambil bagian dalam membuat perubahan pada berbagai masalah di negeri ini,
terutama di bidang pendidikan. Kami menyadari bahwa kenyataan hari ini adalah
impian kemarin dan kami ingin membantu saudara-saudara kita harus berani untuk
memiliki impian dan kemu-dian
mewujudkan impiannya.
Pemerintah Indonesia
hanya menghabiskan sekitar 20% dari APBN. Dan kita bisa membayangkan bahwa
nilai ini tidak akan mampu menutupi kebutuhan pendidikan dari Sabang sampai
Merauke. Indonesia terdiri dari lebih dari 250 juta orang, dan karena 2011, ada
30 juta siswa yang putus sekolah. Itulah sebabnya Indonesia membutuhkan
individu dan organisasi yang dapat bekerja sama dengan pemerintah untuk
mengatasi masalah ini.
Sahabat Pulau benar-benar sebuah gerakan sederhana, tapi kami yakin itu akan berpotensi membuat Indonesia lebih baik. Dengan kegiatan “One Youth for One Child” (Satu Pemuda untuk Satu Anak), desain proyek ini akan dijalankan
melalui seorang pemuda yang merawat anak Indonesia. Target kami adalah untuk
membantu anak-anak yang harus berhenti pendidikan SD, SMA seperti primer dan
senior. Kami menyadari bahwa pendidikan dasar sangat penting. Kemudian jika
seorang anak tidak memiliki keterampilan dasar yang kebanyakan diajarkan di
pendidikan SD, itu akan sangat sulit bagi mereka untuk bertahan hidup dalam
kehidupan masa depan mereka yang membutuhkan keterampilan dasar praktis.
Kegiatan dalam project sahabat pulau :
Untuk menggambarkan kegiatan
One Youth for One Child, misalnya Budi yang tinggal di Jakarta menjadi Kakak Asuh untuk Aminah yang tinggal di Padang. Budi, sebagai Kakak asuh, dia memiliki
beberapa peran sebagai mentor, motivator atau bahkan donatur untuk Adik Asuhnya. Cara mereka berkomunikasi akan mulai dengan
mengirim surat satu sama lain. Kami mengambil ide ini dari "Sahabat
Pena", program yang ada di Indonesia beberapa tahun lalu. Nilai semangat
menulis akan menjadi misi kami dalam proyek ini. Selain itu, kami akan
mendorong Kakak Asuh, untuk tidak hanya mengirim surat tetapi juga mengirim
fasilitas yang dapat mendukung kebutuhan sekolah Adik Asuh mereka, seperti
buku, seragam bekas, atau tabungan bulanan. Mereka dapat menyumbangkan bulanan
sebanyak yang mereka bisa, seperti Rp5.000 - Rp 100.000 per bulan.
-
Rumah
Baca Harapan (RuBaH)
RuBaH berarti semangat agen
perubahan. Kami dalam proyek ini
untuk meningkatkan kualitas pendidikan di
Indonesia. Dengan konsep "Pendidikan dan Kebudayaan" sebagai cara untuk mempromosikan Bahasa
Inggris untuk anak-anak dan melestarikan budaya
lokal seperti tarian tradisional, permainan dan instrumen. Selain
itu metode kami menerapkan Pendidikan Karakter untuk
menciptakan sikap siswa cerdas, kreatif dan besar. Proyek
ini akan menerapkan minimal satu di
setiap provinsi. Saat ini Rumah Baca Harapan telah
didirikan di :
1.
Garut, Jawa Barat
2.
Jakarta Pusat, DKI Jakarta
3.
Medan, Sumatera Utara
4.
Purbalingga, Jawa Tengah
5.
Pinrang, Sulawesi Selatan
6.
Bulukumba, Sulawesi Selatan
7.
Sidrap, Sulawesi Selatan
8.
Enrekang, Sulawesi Selatan
Dan rencana akan didirikan di Pangkep, Maros
(Sulawesi Selatan), Polewali Mandar,Mamuju (Sulawesi Barat) dan daerah-daerah lainnya
di Indonesia.
-
Indonesia Youth Volunteer,
Acara ini
akan dilaksanakan
di Makassar,Sulawesi
Selatan direncanakan
pada bulan Juli 2012.
Siapa-siapa saja yang terlibat :
Team members dari Project Sahabat Pulau ini adalah
teman-teman dari organisasi Indonesian Youth for Education yaitu kolaborasi dari:
1. alumni Indonesian English Language Study Program(IELSP),
2. alumni Youth
and Exchange Study (YES),
3. alumni Kapal Pemuda Nusantara
(KPN),
4. PurnaCarakaMuda Indonesia (PCMI),
5. CIMB Niaga Scholarship
Community
dan pemuda Indonesia lainnya yang
peduli terhadap masalah pendidikan.
Ikut bergabung membantu pemerinta mengembangkan pendidikan di indonesia...
saatnya pemuda indonesia bergerak menumbuhkan semangat pendidikan di Indonesia....
06.19
Unknown
0 komentar :
Posting Komentar