Jumat, 09 Januari 2015

KISAH PEMUDA AHLI TAHAJJUD JENASANYA SEGAR BUGAR

Seorang pemuda berusia 17 tahun dilarikan ke rumah sakit militer di riyadh. subuah peluruh nyasar ketubuhnya....
Dalam perjalanan kerumah sakit pemudah itu memandang ibunya yang sedang menangis lantaran sedih seraya berkata "wahai ibunda janganlah engkau bersedih, aku baik-baik saja". Sesungguhnya aku akan meninggal. "Aku telah mencium wanginya bau surga", Orang tua mana yang tidak  terkejut mendengar kalimat seperti itu dari putra kesayangannya. Mereka masih berharap putranya dapat diselamatkan.

Sesampainya di instalasi gawat darurat, seorang dokter langsung menanganinya, namum pemuda itu berkata kepadanya "wahai saudaraku sesungguhnya aku akan meninggal, aku telah mencium bau semerbak wanginya surga, maka janganlah engkau merepotkan dirimu sendiri, aku hanya menginginkan kehadiran ayah dan bundaku disisiku".

Sesuai permintaan pemuda, ibu dan ayahnya  berada didisinya, sebuah senyum kebahagiaan terpancar diwajah pemuda itu, lalu pemuda itu membaca syahadat. "asyhadu an laa-illallah wa syhadu anna Muhammadan rasulullah", kalimat sang pemuda itu sekaligus menjadi kalimat terakhirnya. Iya menghadap Allah swt, segera setelah menyelesaikan ikrar syahadatnya, bahkan ia meninggal dengan posisi telunjuk jarinya, seperti posisi sasyahud dalam salat.

Setelah Magrib, dokter khalid bin abdul Aziz al jubair bertemu dengan Dhiya', petugas rumah sakit yang memandikan jenasa tersebut. Ia menceritakan kondisi pemuda tersebut saat dimandikannya , jari telunjuknya membentuk tasyahud seperti orang shalat membaca tasyahud. Selain itu jenasa pemuda itu tetap segar.  Terlihat segar bugar seperti orang yang sedang beristirahat dengan nyenyak.

Dokter spesial itu penasaran, iapun menemui orang tua si pemuda dan bertanya amalan apa yang dilakukan oleh putra mereka sehingga ia bisa membaca syahadatv diakhir hayatnya, bertasyahud serta tubuhnya tetap segar bugar. "Anak kami" kata oran tuanya, sejak balik dialah yang selalu membangunkan kami untuk shalat subuh. Ia sangat rajin qiyamullail dan membaca al-qur'an, selalu berupaya menunaikan shalat jama'ah di mesjid.

Masya Allah,,,, usianya baru 17 tahun tapi amalannya luar biasa, pantaslah jika ia mendapat karunia  khusnul khatima dari Allah dan jenasanya segar bugar. Lantas dokter khalid menceritakan kepada rekannya yang juga ahli bedah, "Masya Allah usianya baru 17, ia sungguh lebih baik dariku, Mengapa aku tidak belajar darinya?". kata dokter itu, iapun mengambil cuit 1 minggu . "aku  ingin melakukan muhasabah," katanya kepada dokter khalid.

Dokter khalidjuga menceritakan kepada rekannya yang dokter bedah di Jeddah. Mendengar ceritadokter khalid, dokter itu menangis dan berkomitmen untuk memperbaiki dirinya dan meningkatkan amal-amalnya ", jika anak 17 tahun bisa mengapa ada alasan untuk menunda-nunda ibadah kepada Allah. (Tim redaksi Kisahhikma.com) (disiarkan dari kesaksian seorang dokter)

0 komentar :

Posting Komentar